TRADISI POLITIK DAN CAKRAWALA BARU DALAM PERADABAN YANG MUNCUL PADA MASA PRESTISE MONGOL

Isi Artikel Utama

Isna Juwita Sari isna
Eka Lazuardi
Rumi Magistra Pama Rumi

Abstrak

Masa Prestise Mongol (abad ke-13 hingga ke-14) merupakan periode transformasi besar dalam politik dan peradaban dunia. Di bawah kepemimpinan Genghis Khan dan penerusnya, Kekaisaran Mongol dan dominasi mereka atas berbagai peradaban. pemerintahan Mongol tidak hanya memperluas wilayah kekuasaannya, tetapi juga membentuk sistem politik yang inovatif dengan mengadaptasi unsur-unsur pemerintahan dari berbagai budaya yang mereka taklukkan. Selain itu, stabilitas yang mereka ciptakan melalui Pax Mongolica, jaringan perdagangan yang luas berkembang pesat, memungkinkan pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, serta ideologi politik antara Timur dan Barat. Perpaduan antara inovasi politik dan interaksi budaya ini membentuk daya tarik baru dalam peradaban global, mempengaruhi berbagai kerajaan dan negara di kemudian hari. Artikel ini menganalisis pengaruh tradisi politik Mongol terhadap struktur pemerintahan serta bagaimana interaksi lintas peradaban pada masa tersebut membentuk dunia modern. Tradisi politik yang dikembangkan oleh kekaisaran Mongol memiliki dampak jangka panjang terhadap sistem pemerintahan di berbagai wilayah, termasuk penerapan sistem meritokrasi, sentralisasi pemerintahan, serta kebijakan toleransi agama yang diterapkan di berbagai kerajaan pasca-Mongol seperti Dinasti Ming di Tiongkok, Kesultanan Utsmaniyah, dan kekaisaran Rusia. Cakrawala baru yang terbuka melalui interaksi budaya dan perdagangan juga mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa dan dunia Islam, yang membantu terhadap kelahiran.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Amin, Ahmad. Islam dari Masa ke Masa. Cet. III. Bandung: Remaja Rosda Karya, 1993.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Biran, Muhammad. Islamisasi Asia Tengah: Sejarah dan Perkembangannya. Bandung: Humaniora, 2015.
Bosworth, C.E. The New Islamic Dynasties. Cet. I. New York: Columbia University Press, 1996.
Burbank, Jane, dan Frederick Cooper. Empires in World History: Power and the Politics of Difference. Princeton: Princeton University Press, 2010.
Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.
Crone, Patricia. God’s Rule: Government and Islam. New York: Columbia University Press, 2004.
Hartanto, Paulus Wiryono. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press, 2011.
Hitty, Rachmat. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014.
Jackson, Peter. The Mongols and the Islamic World: From Conquest to Conversion. New Haven: Yale University Press, 2017.
Kuntowijoyo. Penjelasan Sejarah (Historical Explanation). Yogyakarta: Tiara Wacana, 2008.
May, Timothy, dan Michael Hope (Ed.). The Cambridge History of the Mongol Empire. Cambridge: Cambridge University Press, 2023.
Morgan, David. The Mongols. Oxford: Blackwell Publishing, 2007.
Rashid al-Din. Jami al-Tawarikh (Compendium of Chronicles). Terj. Wheeler M. Thackston. Cambridge, MA: Harvard University, 1998.
Spuler, Bertold. History of the Mongols: Based on Eastern and Western Accounts of the Thirteenth and Fourteenth Centuries. London: Routledge & Kegan Paul, 1972.
Tim Riset Nusamedia. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Nusamedia, 2014.
Weatherford, Jack. Genghis Khan and the Making of the Modern World. New York: Crown Publishing Group, 2004.
Webster, Hutton. Sejarah Dunia Lengkap. Penerj. Sutrisno. Yogyakarta: Indoliterasi, 2016.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2004.