ELIT PERKEBUNAN KOLONIAL DALAM PERSAUDARAAN MASONIK: DINAMIKA ORGANISASI DAN INTELEKTUAL KRING PANGALENGAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji aktivitas organisasi dan intelektual Vrijmetselaar-kring Pangalengan (1934–1941), sebuah cabang yang berafiliasi dengan Loji Sint Jan Bandung. Sebagai sebuah “cabang” di pinggiran kota kolonial Bandung, anggotanya merupakan para elit perkebunan kolonial termasuk dari teknokrat dan manajer seperti J. H. W. Rüsch dan Dr. B. Vrijburg. Mereka menggunakan forum persaudaraan ini untuk mengatasi keterbatasan geografis untuk tetap menjalankan aktivitas masonik. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan sejarah sosial dilakukan berdasarkan sumber primer sejarah berupa kronik pertemuan dan laporan tahunan yang diterbitkan dalam Indisch Maçonniek Tijdschrift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi Kring berfungsi sebagai simpul jaringan sosial yang mengatasi isolasi geografis, dengan menjaga koneksi antara anggota Freemasonry yang berasal dari berbagai loji dan perkebunan seperti Santosa, Malabar, Taloen, Wanasoeka, dan Negla. Secara institusional, Kring menunjukkan adaptasi logistik yang terkonsolidasi, menggunakan fasilitas seperti gudang bioskop perkebunan sebagai lokasi pertemuan, serta mempertahankan struktur kepengurusan yang stabil. Kring Pangalengan juga memiliki jadwal pertemuan yang teratur dan responsif terhadap berbagai isu eksternal. Aktivitas intelektual yang dilakukan meliputi diskusi etika-spiritual dan kajian ideologis, termasuk mendiskusikan berbagai gerakan sosial atau politik seperti Nazi dan gerakan Anti-Masonik. Diskusi kritis dan berorientasi refleksi moral juga dilakukan, termasuk merefleksikan kondisi dunia menjelang Perang Dunia II. Perdebatan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan identitas kolektif yang bertujuan mendefinisikan dan memperkuat prinsip-prinsip liberal freemasonry dan refleksi moral sebagai penawar terhadap ideologi totaliter menjelang Perang Dunia II. Kajian historis mengenai Vrijmetselaar-kring Pangalengan merupakan upaya memperkaya kajian sejarah lokal yang menunjukkan aktivitas para elit Belanda di kawasan Selatan Bandung, selain kajian sejarah sosial mengenai aktivitas sosial komunitas Eropa di Hindia Belanda
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Rincian Artikel
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License