PERAN PUTRI BAYAN DALAM PROSES ISLAMISASI LOMBOK: ANALISIS BERBASIS NASKAH BABAD LOMBOK

Isi Artikel Utama

Haekal Ghifari
Pepep Ipan Sopian
Dedi Supriadi
Asep Achmad Hidayat
Syahidah Qolbiya Sakinah
Yan Nurcahya

Abstrak

Historiografi tradisional seperti Babad Lombok mengandung banyak kebudayaan salah satunya kebudayaan mengenai Perempuan. Babad Lombok berisikan silsilah Nabi, Kaum Menak di Lombok, dan Islamisasi di Lombok. Melalui pendekatan filologi dan hermeneutika pendafsiran Babad Lombok ditafsirkan melalui sudut pandang Perempuan Islam. Islamisasi yang mula-mula dilakukan oleh Sunan Prapen menjadikan Kerajaan Lombok sebagai Kerajaan Islam. Islam atau tidaknya ditunjukkan melalui Perempuan yang memeluk Islam atau tidak di wilayah ini. Akibat dari Perempuan tersebut yang tidak masuk Islam terjadi peperangan antara sunan prapen dan Masyarakat Lombok yang belum memeluk Islam hingga akhirnya di Lombok menjadi tiga bagian. Selanjutnya Islamisasi dilakukan oleh Rangkesari selaku raja Selaparang. Selanjutnya Selaparang dijadikan ibukota Kerajaan Lombok yang sudah memeluk Islam. Prabu Anom pengganti Rangkesari menjadikan Kerajaan Selaparang dalam hal ini Lombok mencapai puncak kejayaan. Putri Bayan menjadi orang dibalik layar kejayaan yang dilakukan Prabu Anom dengan melakukan kebajikan menerima poligami yang dilakukan suaminya. Kebajikan dilakukan setelah ada kebijakan dalam diri. Penerimaannya ini menggunakan keimanan dengan pengetahuan sehingga bukti-bukti yang berbicara bagaimana Kebajikan yang dilakukannya untuk Islamisasi yang dilakukan di Kerajaan Lombok di masa kejayaan pada zamannya.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles