RECONQUISTA DAN INKUISISI DALAM PERSPEKTIF KEKUASAAN (STUDI ATAS DE-ISLAMISASI SEJARAH SPANYOL)

Isi Artikel Utama

Siti Masykuroh
Agus Mahfudin Setiawan

Abstrak

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan mendasar tentang bagaimana Reconquista dan Inkuisisi beroperasi bukan sekadar sebagai peristiwa militer atau institusi keagamaan, melainkan sebagai proyek kekuasaan yang terstruktur untuk mengeliminasi identitas Islam dari lanskap sosial, kultural, dan historis Semenanjung Iberia. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis yang dipadukan dengan analisis wacana kekuasaan dalam produksi narasi sejarah, kajian ini menunjukkan bahwa proses de-Islamisasi pasca-1492 merupakan strategi politik yang dijalankan secara sistematis melalui penghapusan simbol-simbol visual Islam, pemusnahan khazanah intelektual berbahasa Arab, serta penulisan ulang sejarah dalam kerangka narasi hegemonik Kristen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Inkuisisi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan yang mengawasi ortodoksi iman, tetapi juga sebagai mekanisme ideologis negara untuk mengatur ulang batas-batas identitas, keyakinan, dan ingatan kolektif masyarakat. Melalui praktik represif terhadap komunitas Morisco dan sensor budaya yang terlembaga, Inkuisisi memperkuat agenda Reconquista dalam mengonsolidasikan kekuasaan monarki Katolik dan menyingkirkan warisan Islam dari ruang publik maupun historiografi resmi. Dengan demikian, penghilangan jejak Islam di Spanyol tidak dapat dipahami sebagai dampak sekunder dari konflik agama, melainkan sebagai inti dari rekayasa historis dan kultural yang dirancang secara sadar. Kesimpulan ini menegaskan bahwa sejarah Spanyol pasca-Reconquista perlu dibaca dalam kerangka relasi kuasa yang tidak hanya mengonstruksi masa lalu, tetapi juga membentuk fondasi identitas nasional modern.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles