TRANSFORMASI PENGGUNAAN JILBAB OLEH ARTIS INDONESIA (2001-2017)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini menganalisis transformasi penggunaan jilbab oleh artis Indonesia dalam kurun waktu 2001 hingga 2017. Masalah utama yang diangkat adalah proses dekonstruksi citra jilbab yang semula dipandang kaku dan menghambat profesionalitas di era Orde Baru menjadi identitas populer yang modern dan emansipatif melalui peran strategis figur publik. Tujuan penelitian ini adalah memetakan fase perubahan estetika jilbab dan mengidentifikasi faktor pendorong yang mengubah atribut religius tersebut menjadi simbol prestasi internasional. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan: heuristik melalui pengumpulan sumber primer berupa kliping media sezaman (Pikiran Rakyat, Galamedia) dan sumber lisan (dokumentasi wawancara narasumber), kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Analisis dilakukan menggunakan teori hibriditas budaya Homi K. Bhabha untuk melihat munculnya "Ruang Ketiga" sebagai wilayah negosiasi antara nilai spiritual dan estetika industri hiburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi diawali oleh aksi pionir artis seperti Inneke Koesherawati dan Nella Regar pada tahun 2001 yang menavigasi identitas di tengah risiko karier profesional. Perkembangan ini mencapai puncaknya pada tahun 2017 melalui pencapaian Dian Pelangi di New York Fashion Week, yang secara historis menandai fase kemapanan jilbab sebagai identitas populer yang diakui global. Penelitian menyimpulkan bahwa artis berperan sebagai agen hibriditas yang menciptakan 'Ruang Ketiga' (Third Space), sebuah wilayah negosiasi yang berhasil mempertemukan budaya populer dengan nilai religius. Kehadiran ruang ini mendestabilisasi narasi lama mengenai jilbab, mengubahnya dari busana marginal menjadi simbol kemajuan dan profesionalisme Muslimah modern di ruang publik Indonesia.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Rincian Artikel
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Referensi
Alamsyah, B. F., & Mundhir. (2026). Between dogma and lifestyle: Reinterpreting the hijab in the era of commodification through the perspectives of Mernissi and Wadud. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 5(1), 308-320.
Beta, A. R. (2014). Hijabers: How young urban Muslim women redefine themselves in Indonesia. International Communication Gazette, 76(4–5), 377–389.
Cahyani, S. R. (2019). Konstruksi kecantikan pada iklan Wardah versi “Halal dari Awal” [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. Repositori Institusi.
Estetika busana muslim Indonesia dan ambisi kiblat fashion dunia. (2012). Femina, 14.
Fauziah, V. D. A. (2021). Peranan Dian Pelangi dalam melakukan multi track diplomasi dan nation branding fashion muslimah Indonesia di Amerika Serikat [Skripsi, Universitas Lampung]. Repositori Institusi.
Gole, N. (2012). The visibility of Islam in public space. Public Culture, 14(1), 173–190.
Hasan, N. (n.d.). Islam in provincial Indonesia: Middle class, lifestyle, and democracy.
Hijab.id. (2015). Mengenal perkembangan gaya hijab Indonesia dari dulu hingga sekarang. https://hijab.id/blog/mengenal-perkembangan-gaya-hijab-indonesia
Inka Christie: Lebih teduh dan adem. (2001). Hiburan, 7.
Indriani, L. D. (2023). The trajectory of hijab construction in Indonesia: A battle of diverse interests. [Nama Jurnal], 3(1), 1-18.
Jones, C. (2010). Materializing piety: Gendered anxieties about faithful consumption in contemporary urban Indonesia. American Ethnologist, 37(4), 617–637.
Lewis, R. (2015). Modest fashion: Styling bodies, mediating faith. Fashion Theory, 19(2), 243–270.
Masruri, A. (2021). Pandangan ulama klasik dan kontemporer tentang jilbab. Andragogi, 3(3), 431-447.
Nisa, E. F. (2013). The internet subculture of Indonesian face-veiled women. International Journal of Cultural Studies, 16(3), 241–255.
Nugrahenny, T. T. (2016). Menyingkap mekanisme tanda di balik hiperrealitas tren hijab (Analisis semiotika pada fenomena tren hijab). Jurnal Komunikasi Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.7454/jki.v5i1.8317
Nurdianik, Y., Attas, S. G., & Anwar, M. K. (2022). Hijab: Antara tren dan syariat di era kontemporer. Indonesian Journal of Social Science Review, 1(1).
Olyvia, F. (2017, 12 September). Hijab Dian Pelangi jadi sorotan di New York Fashion Week. CNN Indonesia.
Pelangi, D. (2013, 20 Mei). Dian Pelangi: Menginspirasi dan berbagi kebaikan [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=G8E6xqoOoPk
Rahmanidinie, A., & Faujiah, A. I. (2022). Adaptasi busana muslimah era millennial: Antara trend dan syariat. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(1), 81-90/82-96.
Shadrina, A. N., Fathoni, M. A., & Handayani, T. (2021). Pengaruh trendfashion, gaya hidup, dan brand image terhadap preferensi fashion hijab. JoIE: Journal of Islamic Economics, 1(2), 48-62.
Sungkar, S. (2014, 10 Juli). Shireen Sungkar bicara tentang dakwah dan hijab [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=b6zgtu2kYgE
Syadiyah, R. K., Sholikhati, S., & Prihatiningtyas, S. (2024). Akulturasi Islam dan budaya lokal dalam fesyen hijab di Indonesia. POMEURAH: Indonesian Journal of Humanities, 1(2), 127-166.
Tarlo, E. (2013). Islamic fashion and anti-fashion. Fashion Theory, 17(3), 265–286.
Windy. (2009, April). Menjadi diri sendiri meski telah berjilbab. Majalah Paras, 95.