FRAMING OF THE 1919 CIMAREME INCIDENT: AN ANALYSIS OF H. HASAN ARIF’S REPORTING IN DUTCH NEWSPAPERS

Isi Artikel Utama

Siti Hanifah Firdaus
Amung Ahmad Syahir Muharam
Agung Purnama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan tewasnya H. Hasan Arif dalam surat kabar Belanda tahun 1919 serta mengungkap strategi wacana yang digunakan oleh media kolonial dalam membingkai peristiwa tersebut. Peristiwa Cimareme tahun 1919 terjadi akibat penolakan masyarakat terhadap kebijakan wajib penjualan padi secara paksa yang memberatkan petani di tengah krisis pangan akibat dampak Perang Dunia I. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yang diperkuat dengan teori pembingkaian Robert Entman, konsep orientalisme Edward Said, dan perspektif komunikasi politik Herbert Schiller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola pembingkaian yang sistematis dan seragam: surat kabar membagi pemberitaan menjadi tiga tahap, yaitu penyederhanaan masalah, pembenaran tindakan represif, dan reduksi peristiwa menjadi kasus hukum semata. Media secara konsisten melabeli H. Hasan Arif sebagai pemberontak dan fanatik agama, sekaligus menutup akses terhadap narasi pihak lain untuk membenarkan kekuasaan kolonial. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengungkapkan mekanisme kerja media kolonial sebagai alat hegemoni, sehingga memperkaya pemahaman sejarah mengenai bagaimana narasi perlawanan dikonstruksi untuk kepentingan penguasa.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Adam, Ahmat B. The Vernacular Press and the Emergence of Modern Indonesian Consciousness (1855–1913). Studies on Southeast Asia No. 17. Ithaca: Southeast Asia Program, Cornell University, 1995.
Ahmadin, Asep. “Masalah Agraria di Indonesia Masa Kolonial.” ATTORIOLONG: Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan 4, no. 1 (2007): 55–70.
Algemeen Handelsblad. 14 Agustus 1919. Amsterdam: P. Den Hengst en Zoon.
Anderson, Benedict. Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso, 1983.
Bataviaasch Nieuwsblad. 8 Juli 1919; 11 Juli 1919; 15 November 1919. Batavia: Kolff & Co.
Burger, D. H. Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia. Jilid I. Jakarta: Pradnyaparamita, 1962.
Daliman, Anton. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2012.
De Courant. 16 Agustus 1919. Amsterdam: NV Dagblad de Telegraaf & NV De Courant.
De Locomotief. 22 Juli 1919; 24 Juli 1919; 1 Agustus 1919. Semarang: De Groot, Kolff & Co.
De Preanger-bode. 23 Juli 1919. Bandung: J.R. de Vries & Co.
De Sumatra Post. 18 Agustus 1919. Padang: J. De Vries & Co.
De Telegraaf. 13 Agustus 1919. Amsterdam: Dagblad De Telegraaf.
Entman, Robert M. “Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm.” Journal of Communication 43, no. 4 (1993): 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x.
Geertz, Clifford. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Jakarta: Bhratara Karya Aksara, 1983.
Habib, M. “Pers dan Bangkitnya Kesadaran Nasional Indonesia pada Awal Abad XX.” Jurnal Istoria 12, no. 2 (2017): 21–32.
Handayani, Sari A. “Geliat Ekonomi Masyarakat Priangan Era Pemerintahan Hindia Belanda 1900–1942.” Lembaran Sejarah 13, no. 2 (2017): 221–234.
Hayati, C. Peristiwa Cimareme Tahun 1919: Perlawanan H. Hasan terhadap Peraturan Pembelian Padi. Garut: Mimbar Offset, t.th.
Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië. 16 Juli 1919; 19 Agustus 1919; 15 November 1919. Batavia: NV Mij tot Exploitatie van Dagbladen.
Het Vaderland. 15 Oktober 1919; 27 November 1919. Den Haag: M. Nijhoff & C.A. van Reyn.
Kartodirdjo, Sartono. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka Jaya, 1984.
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Edisi Revisi. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013.
Kutoyo, Suyono. Haji Hasan Arif: Riwayat Hidup dan Perjuangannya. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1984.
Laffan, Michael F. Sejarah Islam di Nusantara. Bandung: [t.p.], t.th.
Luthfiyah, W., H. Hannan, dan A. N. K. Syaie. “Dampak Undang-Undang Agraria 1870 terhadap Dinamika Sosial dan Ekonomi Komunitas Arab di Ampel Surabaya, 1870–1930.” Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan 8, no. 3 (2024): 464–477. https://doi.org/10.29408/fhs.v8i3.28082.
Masyrullahushomad, M., dan S. Sudrajat. “Penerapan Agrarische Wet (Undang- Undang Agraria) 1870: Periode Awal Swastanisasi Perkebunan di Pulau Jawa.” HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah 7, no. 2 (2020): 159–171. https://doi.org/10.24127/hj.v7i2.2045.
Munir, M. “Peran Ulama dalam Gerakan Perlawanan Rakyat di Indonesia.” Jurnal Sejarah dan Budaya 13, no. 1 (2019): 45–62.
Nafi, M. I., dan Badrun. “Perlawanan Ulama dan Petani terhadap Kebijakan Kenaikan Pajak oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Cimareme Garut, 1919.” Laporan Penelitian, 2025.
Nieuwe Rotterdamsche Courant. 15 November 1919. Rotterdam: N.V. Nederlandsche Dagbladpers.
Nuraidah, Siti. “Peristiwa Cimareme hingga Pemberontakan Sarekat Rakyat di Garut (1918–1926).” Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia, 2023.
Permana, Asep M. Banjir Getih di Pasantren Cimareme. Bandung: Putra Pajajaran Mandiri, 2012.
Poesponegoro, Marwati D., dan Nugroho Notosusanto, ed. Sejarah Nasional Indonesia IV. Edisi Pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka, 2009.
Said, Edward W. Orientalism. New York: Pantheon Books, 1978.
Schiller, Herbert I. Culture, Inc.: The Corporate Takeover of Public Expression. Oxford: Oxford University Press, 1989.
Setiawan, A. A., dan Y. M. Kusuma. “Propaganda dan Perlawanan: Pers, Kekuasaan Kolonial, dan Perlawanan Pribumi.” LEXSOCIETY: Journal of Law and Society 1, no. 1 (2026): 77–94.
Sulasman. Metodologi Penelitian Sejarah. Bandung: Pustaka Setia, 2014.
Sutherland, Heather. Terbentuknya Sebuah Elite Birokrasi. Jakarta: Sinar Harapan, 1983.
Van Niel, Robert. Munculnya Elite Birokrasi Modern. Jakarta: Pustaka Jaya, 1984.
Yuliati. “Dampak Kebijakan Kolonial di Jawa.” Sejarah dan Budaya 7, no. 1 (2013): 96–102.
Zulyanti, M., Zuriatin, Z., S. Syahbuddin, dan A. G. Hidayat. “Dampak Kebijakan Agraria Pemerintah Kolonial Belanda terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Pulau Jawa, 1870–1940.” Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan 9, no. 2 (2025): 336–349. https://doi.org/10.29408/fhs.v9i2.31774